10 PeruSaHaan IdaMan jObseekeRs
Aku sekedar mau sharing berbagi informasi mengenai perkembangan dunia kerja saat ini yang memiliki prospek bagus dan banyak diminati para jobseekers.
Menurut Hendrik Engelbert dalam blognya, munculnya perusahaan yang banyak diminati para jobseeker berkaitan dengan kenyamanan dan fasilitas yang diberikan terutama gaji. Orang tidak lagi berbondong-bondong tes pegawai negeri (PNS) atau bangga menjadi pegawai bank. Hal itu dikarenakan faktor ingin gaji yang menggiurkan dan masa depan karir yang berkembang. Gaji pekerja entry level atau fresh graduate (baca: sarjana baru selesai wisuda) yang masuk ke instansi pemerintah misalnya, jelas kalah jauh dari sarjana yang mengadu untung di perusahaan-perusahaan swasta nasional (apalagi mulitinasional) sebagai management trainee. Perbedaannya bisa 2 – 3 kali lipat lo. Mau mengandalkan pensiunan PNS? Sekarang perusahaan-perusahaan swasta pun sudah banyak menawarkan paket serupa yang (hitungan rupiahnya) tak kalah menarik.
10 Perusahaan Idaman 2006 tersebut antara lain :
1. Astra International Tbk.
2. PT Unilever Indonesia Tbk.
3. PT Bank Central Asia Tbk.
4. PT Pertamina.
5. PT Bank Mandiri.
6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
7. Chevron Pacific Indonesia
8. PT Telekomunikasi Selular.
9. Citibank Indonesia
10. IBM Indonesia
Sumber: Warta Ekonomi, September 2006
Peringkat 1: PT Astra International Tbk.
Ada banyak alasan yang diberikan responden saat memilih Astra sebagai perusahaan yang paling diidamkan untuk tempat bekerja tahun ini (peringkat pertama). Akan tetapi, cuma ada tiga alasan utama. Pertama, Astra adalah perusahaan besar (27,56% responden yang memilih Astra mengatakan hal ini). Mereka menyebut banyaknya kantor cabang, luasnya jangkauan pemasaran produk, dan besarnya pangsa pasar untuk menunjukkan “kebesaran” Astra. Kedua, ada jenjang karier yang jelas di Astra (17,43%). Ketiga, Astra memberikan penghasilan yang lebih besar kepada karyawannya dibanding perusahaan sejenis lainnya (15,91%).
Peringkat 2: PT Unilever Indonesia Tbk.
Dikenal “Tahu yang Karyawan Mau”
Perusahaan consumer goods asal Belanda ini membuat banyak program supaya karyawan betah dan meningkat kinerjanya.
Mereka dahulunya adalah fresh graduate yang direkrut Unilever melalui program MT. Setelah itu, mereka mulai menapaki berbagai jenjang karier hingga akhirnya berhasil duduk sebagai direktur.
Dikaitkan dengan hasil survei Warta Ekonomi tentang Perusahaan Idaman sebagai tempat bekerja tahun 2006, alasan kejelasan jenjang karier di Unilever (6,09%) juga menjadi salah satu alasan utama mengapa sebagian besar responden memilih Unilever sebagai perusahaan idaman 2006 di peringkat kedua setelah Astra. Selain itu, responden juga memberikan alasan utama karena Unilever merupakan perusahaan besar (13,85%), memberikan gaji yang lebih besar dibanding perusahaan sejenis (13,02%), dan sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya (11,36%).
Menurut Josef, Unilever memang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. “Kami sadar karyawan memiliki banyak kebutuhan,” tutur Josef. Menurut dia, Unilever memiliki berbagai program balanced life yang bisa membuat karyawan betah bekerja dan meningkat kinerjanya. Bagi karyawan pemula, masalah gaji dan fasilitas kerap menjadi prioritas kebutuhan. Untuk itu, Unilever berupaya menjaga fairness perolehan gaji mereka. Unilever juga memberikan berbagai bentuk penghargaan. Misalnya, untuk karyawan pemenang program Enterprise Award. Dalam program ini, karyawan diajak berkompetisi memberikan ide-ide kreatifnya untuk meningkatkan kinerja perusa¬haan. Penghargaan untuk pemenang program ini bisa berupa pengumuman pemenang di setiap komputer di Unilever, mendapatkan bonus satu kali gaji, liburan ke luar negeri, kenaikan karier, maupun bentuk penghargaan lainnya.
Peringkat 3: PT Bank Central Asia Tbk.
Dikenal “Pamornya Kembali Bangkit”
BCA melompat naik tujuh tingkat sebagai perusahaan idaman tempat bekerja.
Lena Setiawati, corporate secretary BCA, menjelaskan BCA memiliki program leadership management yang memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan karier profesionalnya, sehingga akan berdampak juga pada peningkatan kinerja mereka. Walau tak bersedia menyebutkan secara gamblang standar gaji untuk karyawan fresh graduate, manajer, dan direksi di BCA, Lena menegaskan BCA menggunakan benchmarking dari salary survey untuk menyesuaikan standar gaji karyawan. “Kami juga menerapkan reward dan punishment berdasarkan pencapaian kinerja karyawan,” ungkap Lena. HOUTMAND P. SARAGIH.
Peringkat 4: PT Pertamina
Dikenal “Sekali Masuk Tak Ingin Keluar”
Tak pernah terlempar dari 10 besar. Pertamina menjanjikan kemapanan hidup.
Sebenarnya perusahaan yang telah berganti logo ini turun peringkatnya dari posisi ke-2 tahun lalu ke posisi ke-4. Namun, dari lima tahun survei Warta Ekonomi, Pertamina merupakan satu dari tiga perusahaan yang tak pernah keluar dari 10 besar. Ini menunjukkan besarnya kepercayaan responden kepada perusahaan yang sekarang dikomandoi Arie H. Soemarno ini.
Pertamina juga memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha. Beberapa di antaranya, PT Elnusa (minyak dan gas bumi), PT Patra Jasa (perhotelan dan properti), PT Pelita Air Service (jasa transportasi udara), dan PT Tugu Pratama Indonesia (asuransi). PRAYOGO P. HARTO.
Peringkat 5: PT Bank Mandiri Tbk.
Dikenal “Yang Penting Bergengsi”
Bisa bekerja di bank sebesar Bank Mandiri merupakan kebanggaan tersendiri. Apalagi karyawan diberi peluang dan insentif mengembangkan diri di sana. Banyak orang bercita-cita untuk bekerja di perusahaan BUMN. Persoalannya sederhana, mereka percaya apabila bekerja di BUMN hidup mereka akan lebih terjamin. Soal kesejahteraan, juga jelas tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, ada kebanggaan tersendiri (prestige) bisa bekerja di BUMN. Salah satu BUMN yang menjadi idaman sebagai tempat bekerja adalah Bank Mandiri.
Bank Mandiri juga dianggap bisa memberikan kesejahteraan bagi para karyawannya. I Nengah Rentaya, senior vice-president human capital group Bank Mandiri, menjelaskan tingkat kesejahteraan karyawan Bank Mandiri sudah sesuai dengan standar industri. “Perusahaan memberikan kompensasi dan benefit yang baik kepada karyawan, mulai dari level fresh graduate hingga level manajerial, sesuai dengan pasar,” ujarnya.
Akan tetapi, jika ingin dibayar lebih, harus ada prestasi. Bank Mandiri berprinsip pay-for-performance atau kasarnya dibayar sesuai prestasi. Sistem kompensasi dan benefit dapat disesuaikan bagi karyawan yang berkinerja di atas rata-rata dan berpotensi tinggi. Hal tersebut dilakukan guna menjaga iklim kompetisi karyawan serta mendorong motivasi kerja, loyalitas, dan komitmen karyawan.
Peringkat 6: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom)
Dikenal “Gajinya Menggiurkan”
Gaji besar, perusahaan besar, dan jenjang karier jelas adalah tiga alasan utama BUMN telekomunikasi ini menjadi incaran para karyawan.
Nanang Harjendra, asisten manajer analis bisnis PT Telkom Tbk., menuturkan penghasilan yang ia terima memang lebih besar dibandingkan di perusahaan lain yang sejenis. “Tidak terlalu tinggi, tetapi memang lebih tinggi sedikit,” ujar pria yang telah berkarier selama 10 tahun di Telkom itu. Dari sisi kesejahteraan pun, menurut dia, Telkom lebih unggul. “Sesakit dan separah apa pun kondisi kesehatan kita, tetap ditanggung seluruhnya oleh perusahaan. Berbeda dengan di tempat lain yang ada limitnya.” Mengenai jenjang karier, pria berusia 34 tahun itu mengungkapkan bahwa di Telkom juga sangat menjanjikan. Ia mencontohkan salah satu rekan seangkatannya yang dalam 10 tahun telah berhasil menjadi vice-president.
Peringkat 7: PT Chevron Pacific Indonesia
Dikenal “Diuntungkan Kenaikan Harga Minyak”
Chevron masih setia menempel Pertamina. Gaji dan citra perusahaan besar jadi andalannya. Dibanding tahun lalu, memang posisi perusahaan yang dulu bernama PT Caltex Pacific Indonesia ini turun dua peringkat. Namun, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak yang tetap setia bersaing dengan Pertamina. Alasan responden tak keliru. Menurut sumber Warta Ekonomi, gaji di Chevron tergolong yang tertinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Bagi mereka yang baru lulus kuliah tanpa pengalaman, Chevron menawarkan gaji Rp7-11 juta. Karyawan juga dimanja dengan fasilitas tempat tinggal dan mobil. Keuntungan lain, bonus berdasarkan kinerja karyawan dan keuntungan perusahaan, gratis biaya pengobatan, dan uang pensiun. Hanya saja, karyawan harus siap tinggal di daerah terpencil yang jauh dari gemerlapnya kota.
Di samping itu, mergernya dengan Texaco (2001) dan kiprahnya mengakuisisi Unocal (2005) menjadikan Chevron salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Pada 2005 saja produksi minyak Chevron mencapai 2,5 juta barel per hari.
Di Indonesia, Chevron awalnya bernama PT Caltex Pacific Indonesia. Akhir 2005, perusahaan minyak tersebut resmi berganti nama menjadi PT Chevron Pacific Indonesia. Perusahaan yang telah 80 tahun beroperasi di Indonesia ini sempat memproduksi 1 juta barel minyak per hari. Kini, dari operasinya di Provinsi Riau melalui empat wilayah inti: Rumbai, Minas, Duri, dan Dumai, produksi minyak Chevron 450 ribu barel per hari.
Peringkat 8: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
Dikenal “Perusahaan Untung, Karyawan pun Untung”
Seiring perolehan keuntungan dan pertumbuhan Telkomsel, karyawannya juga memperoleh apresiasi. Penghasilan mereka lebih tinggi dibanding perusahaan lain. Mengapa pria asli Bandung itu betah di Telkomsel? Pertama, menurut dia, Telkomsel masih akan tumbuh, sehingga tantangan dan jenjang karier di perusahaan ini masih menjanjikan. Kedua, ada apresiasi terhadap karyawan seiring perolehan keuntungan dan pertumbuhan perusahaan. Di Telkomsel selalu ada evaluasi per kuartal. Jika perusahaan mengalami pertumbuhan, maka karyawan akan mendapatkan bonus sesuai prestasi dan unit bisnisnya. “Istilahnya, perusahaan untung, karyawan pun untung,” ujarnya.
Menurut Erik Meijer, vice-president marketing dan CRM Telkomsel, ada beberapa daya tarik Telkomsel sebagai tempat bekerja. Pertama, perusahaan ini banyak meraih prestasi. Tahun 2009 saja Telkomsel berhasil mengantongi tujuh penghargaan. “Itu semua membuat Telkomsel banyak dikenal orang,” ujarnya. Kedua, kinerja perusahaan ini cukup fantastis. Jumlah pelanggannya terus meningkat. Semester I 2006, jumlah pelanggannya naik 6,5 juta dari posisi akhir 2005 yang 24 juta. Pendapatannya selama semester I 2006 juga meningkat 47% dibanding periode yang sama tahun lalu, dari Rp6,408 triliun naik menjadi Rp9,442 trili¬un.
“Setiap sukses yang diraih dibagi juga dengan karyawan sebagai bentuk apresiasi perusahaan,” papar Erik. Maka, penghasilan karyawan Telkomsel bisa lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata di industrinya. “Bahkan, juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan di industri lain,” cetus Erik. EVI RATNASARI.
Peringkat 9: Citibank Indonesia
Dikenal “Anut Prinsip Meritocracy”
Kebesaran Citibank membuat banyak karyawan menginginkan bekerja di sana. Penghargaan dan pelatihan karyawan pun rutin diberikan. Sebagai salah satu bank terbesar di dunia, tak salah jika Citibank, NA termasuk perusahaan yang diidamkan sebagai tempat bekerja oleh sebagian besar pekerja di seluruh dunia, juga di Indonesia. Hasil survei Warta Ekonomi mengungkapkan Citibank berada di peringkat ke-9 sebagai perusahaan idaman tempat bekerja.
Alasan sebagian besar responden memilih Citibank adalah karena Citibank merupakan perusahaan besar, sisanya beralasan Citibank memberikan pendapatan lebih besar kepada karyawannya, menaikkan gengsi dan perusahaannya bonafide.
Peringkat 10: PT IBM Indonesia
Dikenal “Tak Hanya Berupa Gaji”
Di IBM, karyawan banyak memperoleh fasilitas pengembangan diri. Itu penting untuk memelihara komitmen mereka.
Dengan memiliki lebih dari 330.000 pegawai di lebih dari 170 negara, International Business Machines Corporation (IBM) mengukuhkan diri sebagai salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia. Resmi berdiri pada 15 Juni 1911, IBM memiliki pendapatan US$96 miliar (2004). Perusahaan yang berkantor pusat di Armonk, New York , AS, ini memproduksi dan menjual perangkat keras komputer, perangkat lunak, dan jasa.
Akan tetapi, Audrey Wardana, country manager human resources PT IBM Indonesia, menuturkan faktor penghasilan bukanlah hal yang ditonjolkan IBM dalam memelihara komitmen karyawan. “Menurut data survei pihak ketiga, gaji yang kami berikan sangat kompetitif dibanding perusahaan sejenis lainnya,” ungkapnya.
Dalam memelihara komitmen karyawannya, IBM lebih memilih memfasilitasi mereka agar berkembang. Di antaranya melalui pemberian program Professional Development yang merupakan fasilitas intranet yang dapat dipakai setiap waktu oleh seluruh karyawan, seperti e-Learning Program, Global Campus, Updated Professional/ Technical Training, dan Management Development.
IBM juga memberikan program Working at Home yang memfasilitasi setiap karyawan apabila ingin bekerja dari rumahnya dengan penyediaan perangkat dan infrastruktur teknologi informasi pendukungnya. Ada juga pemberian program Compressed Working Day untuk karyawan yang ingin jam kerjanya lebih sedikit, misalnya 20 jam per minggu, karena sedang mengikuti pendidikan S2/S3 atau sedang mengalami masalah keluarga. “IBM menyadari bahwa karyawan harus memiliki work life balance,” papar Audrey.
Tawaran Gaji Paling Prioritas
Yang menajadi pedoaman utama para jobseeker mencari Perusahaan yang bonafid dan menjanjikan gaji yang tinggi. Walaupun ada sebagian yang mengutamakan pengalaman namun tak tertutup kemungkinan mereka nantinya akan tergiur dgn perusahaan-perusahaan yang menawarkan gaji yang lebih memuaskan. Konon, insinyur “baru” di perusahaan minyak Chevron Pacific Indonesia misalnya, bisa dihargai antara Rp 5 juta – Rp 10 juta, di Conoco antara Rp 6 juta – Rp 10 juta, sedangkan Pertamina menganggarkan Rp 4 juta – Rp 8 jutaan. Kabarnya lagi, angka segitu masih ditambah beragam tunjangan, terutama buat mereka yang sering terjun ke lapangan.
Bidang lain yang secara tradisional masih berpotensi memberi gaji tinggi adalah teknologi informasi, perbankan dan institusi keuangan lainnya, customer goods, dan infrastruktur yang bisa masuk ke segala sektor usaha. Sedangkan bidang-bidang yang beberapa tahun terakhir melejit sangat cepat dan menawarkan gaji menggiurkan untuk tingkat entry level adalah broadcast (khususnya siaran televisi) dan (seperti telah disebut di muka) telekomunikasi.
Di lapangan telekomunikasi, seorang lulusan S1 yang baru mulai berkarir bisa menerima total Rp 4 – Rp 5 jutaan/bulan. Gaji itu akan bertambah menjadi Rp 8 – Rp 12 juta jika berhasil meraih posisi supervisor, dan berambah lagi menjadi Rp 16 – Rp 25 juta untuk posisi manajer.
Yang menarik, Bernadette dan Fifie juga menyebut NGO (organisasi nonpemerintah) sebagai ladang baru untuk menuai rupiah. Tren ini berkembang sejak tsunami menerjang Aceh dan Nias, yang membawa serta misi rehabilitasi plus beragam bantuan luar negeri. NGO di sini bukan melulu Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias, tapi juga NGO-NGO lain di kota-kota besar yang bergerak di pelbagai bidang. Sekadar informasi, situs Okezone.com pernah memuat daftar gaji pejabat BRR, salah satunya gaji Kepala BRR, Kuntoro Mangkusubroto, yang mencapai Rp 60 jutaan (lebih tinggi dari gaji pokok RI-1).
Bisa dibayangkan jika “entry level” bosnya saja sudah segitu, “entry level” stafnya pastilah “lumayan”.
Hal itulah yang menjadi pemikiran sebagian jobseeker untuk apa kerja yang sama tapi masih mungkin untuk mendapat gaji yang lebih, kalau dipertimbangkan sama capeknya,….
Welcome novaHolics BlogSharing
UntOek….sahabat2 NovaHolic dimanapun Kalian Berada
Aku tau aku ga sempurna dan aku belum jadi siapa-siapa, tapi aku sangat mencintai sahabat-sahabatku yaitu kalian novaHolic untuk itu dalam blog ini aku ingin berbagi pengetahuan, cerita, tips, dan artikle menarik. Walupun saat ini aku blum bisa menunjukan apapun tapi aku akan berusaha semampunya, karna aku akan selalu mencintai kalian sahabat-sahabatku yang sudah mendukung dan menerima blog ini……
tHanks ‘Regard





